Jumat, 19 Februari 2016

PERBEDAAN JILBAB, HIJAB, KHIMAR DAN KERUDUNG



PERBEDAAN JILBAB, HIJAB, KHIMAR DAN KERUDUNG

Pembaca beriman…

Seringkali kita terjebak dalam istilah yang umum dipakai oleh orang lain, padahal kita sendiri tidak mengetahui artinya. Yaa… mengikuti kebiasaan orang yang sering menyebutkan istilah tersebut terus menerus maka kita ikut-ikut menggunakan istilah tersebut, termasuk menyebutkan istilah jilbab, hijab, khimar dan kerudung. Karena taukah anda… ternyata ke empat istilah tersebut berbeda maknanya. Maka demi memenuhi penasaran wanita muslim kali ini kita jelaskan untuk anda.

Dalam bahasa arab kata hijab diartikan sebagai penghalang dan pada beberapa negara berbahasa arab serta negara barat kata hijab lebih sering kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntutan agama. Ada yang mengatakan juga bahwa setiap jilbab adalah hijab. Tetapi tidak semua hijab itu jilbab sebagai mana yang tampak karena hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi dengan kata lain al-hijab adalah benda yang menutupi sesuatu, sedangkan hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum bisa pembatas, kelambu, papan pembatas, dan lain sebaainya. Namun terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab adapun makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau menghalangi dirinya. Di Indonesia sendiri ada banyak macam-macam hijab. Lalu bagaimana dengan jilbab…

 Apa itu jilbab? Jilbab adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat islam. Jadi jelas bahwa jilbab ini ialah pakaian yang longgar dan dijulurkan keseluruh tubuh hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Hal ini tertuang dalam perintah Allah dalam Al Quran yang artinya:
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. (QS. Al-Ahzab: 59)”
Secara terminologi dalam kamus yang dianggap standar dalam bahasa arab jilbab berarti selendang atau pakaian lebar yang dipakai wanita yang dipakai untuk menutupi kepala, dada dan bagian belakang tubuhnya. Maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa jilbab atau pada umumnya adalah pakaian lebar longgar yang menutupi seluruh bagian tubuh. Sedangkan hijab adalah sesuatu pembatas atau aling-aling yang menutupi aurat. Setelah mengetahui perbedaan hijab dengan jilbab.

Lalu apa itu khimar? Khimar atau khumur atau kerudung didalam Al Quran disebut istilah khumur sebagaimana terdapat pada firman Allah yang artinya:
“Hendaklah mereka menutupkan khumur (kerudungnya) kedadanya. (QS. An- Nuur : 31)”

Khimar menutupi kepala, leher dan menjulurkan menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan. Khimar ini tidak diikatkan keleher seperti kerudung karena jika hal tersebut dilakukan maka akan memperjelas bentuk lekuk dada dari wanita. Jadi khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala ke seluruh dada tertutup. Khimar sering kali disebut kerudung tetapi sebenarnya berbeda. Khimar adalah sesuatu yang dapat menutupi muka.

Lalu apa bedanya khimar dengan kerudung?
Kerudung hampir mirip dengan khimar namun kerudung tidak dianjurkan dalam islam. Sebab desain kerudung cuma sebagai penutup kepala saja, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada sekaligus.

Nah pembaca…

Demikian penjelasan hijab, jibab, khimar dan kerudung. Semoga informasi tadi bermanfaat dan menambah pengetahuan kita. Amin ya robal’alamin

Sumber: www.youtube.com/watch?v=d_3TQs5NrnU

PUASA SENIN KAMIS DAPAT MENGHINDARKAN DIRI DARI SANTET



Puasa senin kamis dapat menghindarkan diri dari santet benarkah?

Sesungguhnya sebagai umat muslim memang memiliki banyak kewajiban diantaranya yaitu melakukan sholat lima waktu, mengeluarkan zakat, melaksanakan haji bagi yang mampu, berpuasa dibulan ramadhan dan kewajiban lainnya.

Pembaca…

Dibalik kewajiban ada yang hukumnya sunnah dari sekian banyaknya sunnah salah satu sunnah yang paling sering dilakukan ialah sholat dan puasa.

Pembaca…

Berbicara mengenai puasa ada pula puasa yang dialkukan oleh Rosululloh SAW meskipun itu bukan merupakan puasa yang wajib. Bahkan ini merupakan puasa yang menjadi tradisi bagi sahabat dan umat Rosululloh SAW yaitu puasa senin kamis namanya. Mungkin puasa ini tidak asing lagi ditelinga kita. Namun tidak menyadari keajaiban-keajaiban yang ada dibalik puasa senin kamis.

Senin dan kamis merupakan nama hari dalam kalender hijriyah dan masehi. Namun pada hari itu ternyata meiliki keistimewaan tersendiri karena Rosululloh SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunnah dikedua hari tersebut, seperti sabda Rosululloh SAW:
“Segala amal perbuatan manusia pada hari senin dan kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa dan aku dalam kondisi berpuasa. ( HR. Tirmidzi )”

Pembaca…

Amalan yang sunnah tentu saja puasa senin kamis memiliki posisi yang penting dimata Allah SWT sehingga Allah SWT akan memberikan pahala puasa kepada hamba yang mengerjakannya, bahkan amal kebaikan dilakukan oleh orang berpuasa akan dilipat gandakan 10 kali lipat.
“Puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan kebaikan itu akan dilipat gandakan sebanyak 10 kali lipat. (HR. Bukhari dan Abu Daud).

Selain mendapat pahala yang berkali lipat ganda berpuasa senin dan kamis ternyata memilki banyak manfaat diantaranya ialah:
Dapat mengencangkan kulit. Tahukah anda?
Berpuasa senin kamis ada hubungannya dengan pengencangan kulit. Iya.. hal ini dikarenakan berpuasa satu hari penuh maka metabolisme dalam tubuh akan ikut beristirahat. Sehingga membuat sel-sel dalam tubuh bekerja maksimal, hasilnya organ tubuh luar seperti kulit akan terasa sehat dan terasa kencang.
Jika orang sudah terbiasa mengerjakan puasa senin kamis biasanya dapat mengontrol pikiran dan perasaannya. Adapun contohnya yaitu dengan puasa senin dan kamis orang dapat lebih bersabar mengontrol hawa nafsu dan pikiran-pikiran kotor atau negative. Selain itu dengan terkontrolnya pikiran akan menyebabkan ketenangan jiwa dan perasaan dan pada saat kita melaksanakan puasa senin kamis rasa lapar dan haus tak dapat dielakan. Jika menyadari dan peka terhadap lingkungan sekitar sesungguhnya rasa lapar itulah diraskan oleh orang miskin dan tidak mampu. Oleh karena itu orang yang biasa berpuasa senin dan kamis lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Pembaca…

Itulah sekiranya manfaat-manfaat berpuasa sunnah setiap hari senin dan kamis. Tetapi ternyata ada manfaat lain yang tidak diketahui, konon katanya berpuasa senin dan kamis dapat menghindarkan diri kita dari santet.
Benarkah asumsi itu? Lantas bagaimanakah menurut kacamata islam?
Seperti yang kita ketahui jika kita mendengar kata sihir yang terlintas dibenak kita sesuatu kekuatan gaib yang dapat menyakiti orang. Namun sebenarnya sihir adalah suatu perbuatan yang mendekatkan diri kepada setan dan meminta bantuannya dimana orang tersebut membuat kesepakatan dengan setan dengan ketentuan tukang sihir akan melakukan berbagai macam keharaman atau kesyirikan dan sebagai imbalannya setan akan memberikan bantuan kepada tukang sihir tersebut, seperti sabda Rosululloh SAW:
“Sihir dalah ikatan-ikatan (buhul), jampi-jampi, perkataan yang dilontarkan secara lisan maupun tulisan atau melakukan sesuatu yang mempengaruhi badan, hati, atau akal orang yang terkena sihir tanpa berinteraksi langsung dengannya. Sihir ini mempunyai hakikat diantaranya ada yang bisa mematikan, membuat sakit, membuat seseorang suami tidak dapat menggauli istrinya atau memisahkan pasangan suami istri atau membuat salah satu pihak membenci yang lainnya atau membuat kedua belah pihak slaing mencintai. (HR. IBNU QUDAMAH AL-MAQDISI)”

Pembaca…

Penyakit yang muncul akibat sihir biasanya tidak dapat didetiksi secara medis karena tidak dapat ditemukan alat alasannya dia merasakan sakit di seluruh tubuh sedangkan medis tidak dapat menemukan kelainan. Dan jika sudah seperti ini konon katanya dengan mengerjaka puasa senin kamis dapat menghindari diri kita dari sihir namun setelah ditelisik lebih dalam ternyata tidak ada hubungan puasa senin dan kamis dengan santet. Selain itu tidak ada pula dalil sahih yang menunjukan puasa senin dan kamis dapat menghindarkan diri kita dari sihir. Hanya saja islam mengajarkan amalan yang dapat dibaca untuk melindungi kita dari sihir atau ilmu hitam.

Diantaranya ialah kita harus menjaga kepercayaan Allah SWT dengan mengerjakan kewajiban yang harus dilakukan oleh umat muslim dan kemudian menjalankan amanah itu sudah termasuk suatu cara menjaga kepercayaan Allah kepada kita.
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kamu jumpai Dia dihadapanmu. (HR.Ahmad No.2669 Shahih).

Kurma Ajwah, sering dikenal dengan kurma Nabi, karena jenis kurma ini disukai oleh para Nabi. Kisahnya pada saat itu ajwah adalah nama anak dari sahabat dari Salman Al Farizi orang Persia yang akhirnya masuk islam atau mualaf. Lalu dia mewakafkan lahan kurmanya untuk perjuangan islam dan untuk mengenang jasa-jasanya itu Rosululloh SAW menamakanya kurma yang dimakanya saat berbuka puasa sebagai kurma ajwah. Dalam hal ini Rosululloh SAW bersabda:
“Siapa yang sarapan dengan 7 kurma ajwah, maka racun dan sihir tidak akan membahanyakannya dihari itu. (HR. Bukhari 5779 dan Muslim 2047).

Tapi apabila kita terkena sihir maka kitapun dapat mengobatin dengan mandi dengan air yang telah dicampur dengan daun bidayah atau dengan membaca bacaan ruqiah dan ditiupkan kebagian yang sakit.

Jadi pembaca…

Ternyata berpuasa setiap hari senin dan kamis tidak ada hubungannya dengan pengaruh sihir seperti santet. Lagipula asumsi ini tidak memiliki dalil yang shahih untuk menguatkannya. Berpuasa senin dan kamis memang memiliki banyak manfaat dan pahalanya tetapi tidak berpengaruh untuk menangkal santet sedangkan sihir atau santet dapat dicegah dengan beberapa amalan yang diberikan oleh Allah SWT.
Semoga penjelasan ini dapat membuat kita semakin lebih dekat kepada sang pencipta dan dapat memahami hikmah dari berpuasa senin dan kamis. Insyaalloh…

Sumber: www.youtube.com/watch?v=g80ddB7_Bzo