SHALAT DHUHA KUNCI REZEKI SETIAP HARI SETIAP PAGI
Waktu shalat dhuha
Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (pada waktu yang belum begitu siang) maka ia berkata: ”Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat dhuha pada selain saat-saat seperti itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah SWT adalah pada waktu anak-anak unta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat panasnya matahari. (HR. Muslim).
Penjelasan:
Anak-anak onta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08.00 AM. Adapun sebelum jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak unta.
Simulasi jam waktu dhuha:
06.00 AM – 08.00 AM waktu yang haram untuk shalat
08.00 AM – 11.00 AM waktu shalat dhuha
11.00 AM – 12.00 AM waktu yang haram untuk shalat
08.00 AM – 11.00 AM waktu shalat dhuha
11.00 AM – 12.00 AM waktu yang haram untuk shalat
Penjelasan waktu-waktu haramnya shalat:
Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yang di ridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bahwasanya Nabi SAW melarang shalat sesudah subuh hingga matahari terbenam. (HR. Bukhari).
Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah SAW bersabda apabila sinar matahari terbit maka akhirilah (jangan melakukan) shalat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirilah (jangan melakukan) shalat hingga matahari terbenam. (HR. Bukhari).
Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah SAW bersabda apabila sinar matahari terbit maka akhirilah (jangan melakukan) shalat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirilah (jangan melakukan) shalat hingga matahari terbenam. (HR. Bukhari).
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW melarang dua shalat. Beliau melarang shalat sesudah shalat subuh sampai matahari terbit dan sesudah shalat ashar sampai matahari terbenam. (HR. Bukhari).
Dari Muawiyah ia berkata (kepada suatu kaum): ”Sesungguhnya kamu melakukan shalat (dengan salah). Kami telah menemui Rasulullah SAW, kami tidak pernah melihat beliau melakukan shalat itu karena beliau telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah shlat ashar. (HR. Bukhari)
Dari Uqbah bin Amir: Rasulullah SAW melarang shalat pada tiga saat: 1. Ketika terbit matahari sampai tinggi. 2. Ketika hampir zuhur sampai tergelincir matahari. 3. Ketika matahari hampir terbenam. (HR. Bukhari).
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW telah melarang shalat pada waktu tengah hari tepat (matahari di atas kepala) sampai tergelicir matahari kecuali pada hari jumat. (HR. Abu Dawud)
Menurut Jumhur Ulama, shalat ini adalah sunat Tahiyatul Masjid, selain shalat ini tetap dilarang melakukan shalat apapun.
Telah bersabda Rasulullah SAW : “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu muai terbit, matahari berada dekat dengan setan dan ketika telah mulai meninggi terpisah darinya. Pada waktu matahari berada tepat ditengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan dan ketika telah zawal (condong kearah barat) ia terpisah darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia terpisah lagi darinya. (HR.Nasa’i).
Waktu-waktu itu adalah waktu yang haram untuk shalat. Artinya apabila kita melakukan shalat pada waktu haram, maka bukan pahala yang kita dapatkan, melainkan dosa.
Waktu-waktu haram yang mengapit shalat dhuha:
Waktu haram #1 : sesudah shalat subuh hingga matahari bersinar atau kurang lebih sejak jam 06.00 AM hingga 08.00 AM.
Waktu haram #2 : ketika hampir masuk waktu zuhur hingga tergelincir matahari atau kurang lebih jam 11.00 AM hingga 12.00 AM
Waktu haram #2 : ketika hampir masuk waktu zuhur hingga tergelincir matahari atau kurang lebih jam 11.00 AM hingga 12.00 AM
Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua dan membuat kita semakin dekat dengan sang pencipta. Amin ya robal’alamin…
Sumber: http://youtube.com/watch?v=A1pXa8jLmU8