Jumat, 29 April 2016

AKSI SEORANG ANAK 6 TAHUN YANG MEMULIAKAN IBUNYA



AKSI SEORANG ANAK 6 TAHUN YANG MEMULIAKAN IBUNYA

Seorang ibu akan rela berbuat apapun agar sang anak bahagia mulai dari sekedar memberi perhatian hingga memberi asupan dan segala yang terbaik bagi sang buah hati. Namun apa rasanya yang terjadi justru terbalik, sang anaklah yang justru memberikan perhatian. Mengajak makan malam bersama dan memperlakukan ibu bagai wanita bangsawan, tentunya hati ibu mana yang tidak meleleh. Kisah ini bukan isapan jempol semata, di Inggris seorang ibu mengunggah melalui facebook nya foto sang anak yang tengah menghitung uang dengan keterangan sang ibu mendapatkan like lebih dari 2 juta pengguna facebook, yang dibagikan lebih dari 500 ribu kali.

Ibu ini bernama Nikkole Paulun dari Monroe Inggris. Dalam akun facebooknya Paulun menuliskan bagaimana aksi anaknya memperlakukan dirinya dengan sangat romantis sekali dalam sebulan putra saya yang berusia 6 tahun mengajak saya pergi makan malam di restoran, ia membukakan pintu untuk saya, menyediakan kursi untuk saya, membicarakan harinya dan menanyakan hari saya. Ia juga membayar tagihan dengan uang yang ia dapatkan sendiri bahkan tip untuk pelayannya.

Menurut penjelasan Paulun berikutnya ia menuliskan bahwa dirinya tengah mengajarkan sang anak tentang bagaimana memperlakukan wanita dan bagaimana mengajak wanita kesebuah kencan yang layak. Tak hanya itu, Paulun juga ingin mengajarkan anaknya bagamana cara menghargai wanita yang kelak akan dicintainya nanti. Dalam tulisannya tersebut ia menerangkan kegiatan romantis antara ibu dan anak tersebut. Mereka menjauhi gadget mereka agar tidak merusak moment bak di film-film. Paulun juga mengajarkan sang bocah table manner dan menerangkan bahwa bermain gadget ketika tengah berkencan sangatlah tidak sopan.

Paulun juga mengajarkan sang anak untuk menghargai uang yang ia terima dan cara mengelolanya, sang anakpun diakui Paulun tengah belajar untuk menambah pendapatan dan menyisihkan 15% untuk tip pelayan sehabis makan malam. Saya menyadari ia sangat muda tapi saya yakin ia adalah seharusnya ia tahu. Tidak pernah terlalu dini untuk mengajari anak anda cara menghargai orang lain terutama wanita. Sebagai wanita yang pernah diperlakukan tidak sopan dan dianggap sampah dimasa lalu membuat saya sadar untuk mengajarkan anak saya cara menghargai sesuatu, tulis Paulun.

Berbakti kepada orang tua adalah sebuah kewajiban yang sangat besar dalam islam. Sebab hal tersebut merupakan salah satu kunci untuk masuk surga. Rasulullah SAW bersabda ketika beliau ditanya tentang amalan saleh yang paling tinggi dan mulia “Shalat tepat waktunya, berbuat baik kepada kedua orang tua, jihad dijalan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lihatlah kedudukan berbakti kepada orang tua sangat agung dalam islam. Sebagai bentuk apresiasi seorang ibu, Rasulullah SAW sampai mengulang kata ibumu sebanyak 3x sebagai orang tua harus didahulukan. Diceritakan dalam sebuah hadis “Suatu ketika ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, laki-laki tersebut berkata, “Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berhak mendapat perlakukan baik dariku? Rasulullah SAW menjawab, “Ibumu”, kemudian siapa? Lagi-lagi Rasulullah menjawab dengan jawaban yang sama “Ibumu”. Kemudian siapa? Lagi-lagi Rasulullah menjawab dengan jawaban yang sama “Ibumu”. Orang itupun bertanya lagi, kemudian siapa? Maka beliau menjawab “Ayahmu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setiap orangtua pasti memilki caranya sendiri dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Paulun dengan anaknya merupakan salah satu contoh metode yang kita gunakan untuk mendidik anak yaitu dengan mengajarkan anak betapa pentingnya menghargai wanita khususnya ibunya sendiri. Dengan diajarkan sejak dini anakpun akan menyerap bagaimana ia akan memperlakukan ibunya ketika besar nanti bahkan terhadap orang-orang disekitarnya.

BERBISNIS DENGAN ALLAH SWT



BERBISNIS DENGAN ALLAH SWT

Dalam menjalani suatu bisnis untung atau rugi merupakan hal yang biasa terjadi sebagai seorang pengusaha tentu kita tidak ingin bisnis yang telah dibangun musnah begitu saja. Mengingat betapa susahnya kita untuk membangun bisnis tersebut maka disinilah pentingnya seseorang menjadi spiritual entrepreneur atau disebut juga pengusaha kesayangan Allah SWT yang selalu melibatkan Allah dalam segala tindak tanduk usahanya. Dan sejak awal memulai bisnis tidak lain untuk memperoleh rejeki yang halal dari Allah semata.

Sebenarnya bagaimana cara memulai bisnis dengan Allah SWT?

Perubahan ekonomi Indonesia semakin cepat mengakibatkan jumlah pengangguran didalam negeri bertambah. Mengenai hal tersebut badan pusat statistik atau BPS sudah mengkonfirmasi hingga Februari 2015 saja jumlah pengangguran di Indonesia bertambah dan menyentuh angka 7,45 juta jiwa. Jumlah pengangguran ini dirasakan makin memprihatinkan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu sebagai pengusaha selalu ingin berbisnis dengan Allah, hendaknya ia membuat bisnis atau usaha tersebut tidak lain untuk menolong para saudara kita yang sedang mencari kerja. Karena Allah SWT menyukai seserang yang menolong orang lain.

Dalam sebuah hadis Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannnya didunia dan diakhirat. Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya didunia dan diakhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama ia gemar menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

Jadi kita harus membenahi niat bisnis kita untuk membantu dan bukan hanya mencari keuntungan semata. Dengan begitu kita dapat membuka jalan rejeki bagi orang lain yang belum dapat lapangan pekerjaan, niscaya niat yang tulus untuk menolong orang lain akan mendapat keridhoan Allah SWT. Jika kita ingin menjadi orang pembisnis kesayangan Allah SWT rasa takut tentunya harus ditanam dalam diri kita. Namun bukan takut karena kerugian melainkan rasa takut memulai melaksanakan sesuatu yang mengundang dosa. Seperti contohnya tidak jujur dalam berbisnis, menipu, korupsi dan kegiatan sejenisnya yang membuat bisnis kita ternodai oleh dosa.

Adapun bentuk kezoliman lainnya yang dilakukan pada pembeli ialah dengan meletakkan harga berkali-kali lipat lebih tinggi sehingga membuat pembeli merasa terbebani dan juga menimbun barang yang mendapat permintaan tinggi agar dapat dijual lagi kemudian hari pada saat barang tersebut susah dicari, seperti contohnya menimbun beras atau bahan bakar. Seseorang yang mencintai Allah akan senantiasa merasa takut jika mereka ingin melakukan hal tersebut. Mereka takut apa yang dilakukannya menjadi tidak berkah dan tidak diridhoi Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: “Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS Al Qamar 52-53).

Sebagai seorang muslim tentunya kita tidak lupa bahwa terdapat hak orang lain yang juga dalam rejeki kita. Seperti contohnya hak orang miskin, yatim piatu dan saudara-saudara kita lainnya yang membutuhkan. Jangan sampai kita lupa akan hal tersebut karena berbisnis dengan melibatkan Allah berarti kita tidak melupakan kewajiban kita sebagai hamba Allah yang bertakwa.

Dan selalu ingat akan firman Allah SWT yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian adari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan menicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Baqarah 267). Begitulah cara yang dapat dilakukan untuk menjadi pembisnis yang diridhoi Allah dan melibatkan bisnis kita dengan keridhoan Allah SWT.

Semoga informasi diatas menjadi pembelajaran berharga bagi pembisnis baik yang telah lama memulai bisnis atau yang baru saja akan memulai bisnis.