Rabu, 06 April 2016

MENELADANI AKHLAK RASULULLAH SAW

MENELADANI AKHLAK RASULULLAH SAW

Allah SWT berfirman yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (hari) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (mendatangkan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab 21).

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa mereka yang meneladani Rasulullah SAW adalah mereka yang lurus taufiknya kepada Allah. Mereka yang selalu mengharapkan keridhaan Allah dan balasan terbaik diakhir kelak. Dan mereka yang menghiasi hari-harinya banyak mengingat Allah SWT.

Akhlak yang mulia merupakan pilar kejayaan suatu umat terbukti dengan sempurnanya akhlak kaum muslimin dibawah binaan Rasulullah SAW. Agar orang-orang sekelilingnya mau mengikuti, beliau menerapkan akhlakulkarimah terlebih dahulu pada dirinya.

Diantaranya akhlakkulkarimah sudah Rasulullah SAW contohkan bahkan jauh sebelum diangkat sebagai nabi dan rasul. Sifat jujur, amanah, cerdas, bertanggungjawab serta mampu menjauh dari hal yang sia-sia dapat melahirkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat sekitarnya hingga beliau diberi gelar Al Amin. Hal tersebut tidaklah berubah bahkan setelah beliau diangkat sebagai nabi dan rasul.

Sebuah hadis diriwayatkan bahwasanya Rasulullah itu pendiam sampai ia perlu bicara, ia ramah kepada setiap orang, beliau tidak pernah mengucilkan seorangpun dari pergaulannya, beliau mengharmati yang terhormat pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaga kaumnya. Beliau selalu bersikap hati-hati dalam berperilaku sopan untuk menunjukan wajah yang ramah pada mereka. Beliau suka menanyakan keadaan pada sahabat-sahabatnya dan keadaan orang-orang disekitar mereka, misalnya keluarganya atau tentangganya. Dalam berkeluarga Rasulullah tidak malu untuk turun tangan untuk meringankan pekerjaan istri.

Sebuah hadis dari Aisyah: Beliau sering membantu istrinya. Bila datang waktu shalat. Beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat.” (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi untuk meraih ridha Allah SWT. Menerapkan akhlakulkarimah dalam proses bekerja dan bahkan Rasulullah dengan cara melakukan yang terbaik, professional dan tidak asal-asalan. Seperti ketika beliau berdagang beliau bersedia menjelaskan dengan jujur harga barang dan menjualnya dengan harga tidak jauh berbeda. Rasulullah menjadikan bekerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan.

“Setiap umatku masuk surga selain yang enggan.”Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah lantas siapa yang enggan? Rasulullah menjawab: Siapa yang taat kepadaku (mengikuti aku) masuk surga dan siapa yang menyelisihi aku berarti ia enggan.” (HR. Bukhari no 6737)

Dengan hadirnya bulan rabiulawal yang mana adalah bulan Rasulullah dilahirkan, ada baiknya kita semua tidak hanya sekedar merayakannya. Alangkah baik membuat bulan ini sebagai pengingat bagi kita semua akan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah sebagai contoh serta menerapkannya dalam kehidupan yang kita jalani.