Kamis, 12 Mei 2016

AMBERGRIS PARFUM RASULULLAH SAW YANG SANGAT WANGI

AMBERGRIS PARFUM RASULULLAH SAW YANG SANGAT WANGI

Rasulullah SAW memang merupakan panutan untuk semua umat muslim apapun yang beliau lakukan pasti itu baik untuk kita. Bahkan hal detail, hal kecil saja sangat menarik untuk dibahas termasuk dalam urusan memilih aroma parfum. Bagi Rasulullah parfum adalah salah satu kesenangan dunia yang membahagiakan bahkan beliau menganjurkan umatnya untuk memakai parfum karena senangnya dengan wewangian. Beliau bersabda: “Siapa yang dipelawa minyak wangi janganlah dia menolak.” (HR. Muslim).

Menyemprotkan parfum kebadan menurut Rasulullah SAW itu adalah sunah. Beliaupun mempunyai ciri khas wewangian tersendiri dimana beliau mempunyai tubuh yang baunya wangi dan segar. Wewangian ini melebihi wanginya yang ada didunia. Anas mengatakan bahwa: “Aku tidak pernah menghirup wangian anbar kasturi dan apa jua wangian yang lebih wangi dari bau Rasulullah SAW.” (HR. Bukhari dan Muslim, Shahih).

Ternyata Rasulullah mempunyai selera tinggi terhadap wewangian untuk tubuhnya. Rasulullah memilih wewangian ambergris untuk membuat dirinya wangi. Ambergris adalah wangian terbaik setelah minyak kasturi. Dalam bahasa arab ambergris disebut juga dengan anbar. Aisyah pernah ditanya terkait parfum yang dipakai beliau, dan ia pun menyebutkan bahwa anbar menjadi salah satunya. Dari Muhammad Bin Ali, ia berkata: aku pernah bertanya kepada Aisyah, apakah Rasulullah SAW memakai perfume? Ia menjawab: iya, dengan minyak wangi misk dan anbar.” (HR. An Nasa’i).

Bicara mengenai ambergris atau anbar beberapa waktu lalu ada seseorang anak laki-laki asal Inggris bernama Charlie Naysmith yang baru berumur 8 tahun. Anak lelaki tersebut sempat menuai kehebohan karena menemukan sebongkah batu yang bernilai 6500$. Ketika itu Charlie dan ayahnya sedang mengajak hewan peliharaanya berjalan-jalan dipantai di Inggris. Tapi tiba-tiba ia tersandung pada sebongkah batu yang mirip seperti lilin, ketika diambil oleh ayahnya batu itu cukup ringan dan seketika ayahnya ingat melihat model batu seperti itu sebelumnya. Lalu Charlie dan ayahnya mencoba mencari tahu mengenai batu tersebut dan mereka berdua terkejut pada hasilnya karena batu itu ternyata adalah ambergris dengan berat 0,45 kilogram yang bila diuangkan bisa bernilai lebih dari 600 juta.

Tapi mengapa ambergris sangat mahal? Menurut Claire Payne ahli aroma terapi dan parfum mengatakan bahwa satu tetes ambergris bisa mengubah parfum. Ambergris adalah apa yang kita sebut wangi khas hewan, wangi ini berbeda dengan wangi jeruk atau aroma buah. Ambergris seperti misk dan biasanya memang digunakan untuk wewangian atau parfum. Ambergris merupakan zat mirip bubur yang dikeluarkan oleh paus sperma. Para ilmuwan mengatakan zat tersebut dikeluarkan ketika paus memakan cumi-cumi dan ia melapisi bagian cumi-cumi yang dapat mengiritasi lalu paus membuangnya keluar dari tubuh. Dari ambergris yang telah mengeras biasanya akan terdampar dipinggir pantai.

Selain itu ambergris sangat langka maka itu sangat wajar apabila harganya sangat mahal. Untuk satu ons saja perusahaan parfum bisa merogoh kocek hingga ribuan dollar dan ini sebanding dengan harga dan kualitas parfum yang akan dihasilkan. Berbagai merk parfum internasional sering memanfaatkan ambergris untuk meningkatkan aroma parfum-parfum mereka. Namun seiring menurunnya populasi paus membuat beberapa Negara melarang ambergris untuk dijadikan bahan baku industry parfum. Bahkan di Amerika sudah berlaku 1972, pasalnya status paus sperma sudah terancam punah.

Meskipun begitu beberapa Negara Prancis masih mengejar parfum aroma ini. Mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi bisa mendapatkan wanginya aroma parfum yang pernah dipakai Rasulullah tersebut. Sudah terbukti berkali-kali bahwa apa yang dilakukan oleh Rasulullah merupakan hal yang baik untuk kita. Sampai-sampai hal kecil seperti parfum pun ternyata telah dibuktikan kebenarannya. Ambergris dan misk merupakan bahkan bahan baku utama untuk industry parfum. Susuai dengan yang disukai Rasulullah SAW.

SISA-SISA PASUKAN FIRAUN DAN JASAD FIRAUN

SISA-SISA PASUKAN FIRAUN DAN JASAD FIRAUN

Kemajuan teknologi dijaman logis dan canggih sekarang ini membuat berbagai kisah mengenai mukjizat dan apa-apa yang dicerikan Al Quran makin dipertanyakan. Namun dengan kemajuan ini pula kebenaran mengenai kisah tersebut justru terbukti kebenarannya. Salah satunya adalah mengenai kejadian pelarian Nabi Musa bersama umatnya dari kejaran bala tentara firaun. Kisah bermula dari kekafiran, kesombongan dan keingkaran bangsa Mesir yang mengikuti firaun dalam menentang Allah SWT dan Nabinya Musa AS. Padahal telah nyata petunjuk bagi mereka dan telah diperlihatkan kejadian-kejadian luar biasa kepada mereka sebagai tanda kekuasaan Allah SWT tetapi mereka tidak mau sadar tidak mau kembali kebenaran dan beriman kepada Allah. Karena firaun dan bangsanya ingkar dan sombong, Nabi Musa AS meminta kepada firaun untuk diizinkan pergi meninggalkan Mesir beserta umatnya namun firaun menolak permintaan ini.

Maka Allah berfirman: “Dan sesungguhnya telah kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hambaKu (Bani Israil) pada malam hari dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering dilaut itu, (engkau) tidak perlu takut akan disusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).” (QS. Taha 77).

Setelah turun perintah tersebut Nabi Musa bersama pengikutnya segera pergi, hingga dipagi harinya tak ada seorangpun kaum dari Nabi Musa yang tinggal di Mesir. Mengetahui hal ini firaun mengumpulkan tentaranya dan berencana mengejar Nabi Musa bersama pengikutnya. Ketika pengikut Nabi Musa dalam keadaan ketakutan akan segera tersusul, turunlah firman Allah yang artinya: “Lalu kami wahyukan kepada Musa: Pukullah laut itu dengan tongkatmu. Maka terbelahlah lautan itu dan setiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS. Asy Syu’ara 63).

Maka melintaslah Nabi Musa bersama kaumnya dan firaun beserta pasukanya menyusul dibelakangnya. Ketika Nabi Musa dan pengikutnya sampai didaratan yang tinggi dan firaun dan pasukannya masih ditengah-tengah lautan maka datanglah pertolongan Allah SWT kepada Nabi Musa dan kaumnya. Laut yang terbelah kembali menyatu maka tenggelamlah firaun beserta pasuknnya dan tak seorangpun terselamatkan nyawanya termasuk firaun.
Pembuktian kejadian penyebrangan Nabi Musa AS bersama umatnya dahulu dilaut merah dibuktikan oleh seorang arkeolog bernama Ron Wyatt yang mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa roda tempur kuno dibawah laut merah pada tahun 1988. Menurut pengakuannya selain menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno, Wyatt bersama krunya juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda dilokasi yang sama serta roda dengan empat jeruji yang terbuat dari emas yang diyakini sebagai kereta yang ditunggangi firaun.

Mengenai penemuan ini didalam Al Quran Allah berfirman: “Dan kami selamatkan Musa dan orang-orang yang beertanya semuanya. Dan kami tenggelamkan golongan yang itu.” (QS. Asy Syu’ara 65-66).

Lokasi ditemukan bangkai roda kereta beserta tulang belulang pasukan tersebut diyakini lokasi penyebrangan Nabi Musa bersama kaumnya berada diteluk Aqaba Nuwayba. Kedalaman lokasi penyebrangan adalah 800 meter disisi kearah Mesir dan 900 meter disisi kearah Arab. Sementara itu disisi utara dan selatan perlintasan penyebrangan garis merah kedalamannya mencapai 1500 meter. Kecerungan laut Nuwayba sekitar satu per empatbelas atau empat darjah sementara itu dari teluk Nuwayba kedaratan Arab sekitar satu per sepuluh atau enam darjah. Diperkirakan jarak dataran Nuwayba ke Arab sekitar 1800 meter dan lebar lintasan laut merah terbelah diperkirakan 900 meter.
Stockhlom university melakukan penelitian lebih lanjut tentang tulang belulang ditemukan dan diketahui usianya sekitar 3500 tahun dan menurut sejarah kejadian pengejaran itu juga dalam kurun waktu yang sama. Dari penemuan Wyatt tersebut mungkin bertanya-tanya dimanakan jenazah firaun yang turut tenggelam saat kejadian itu terjadi. Ternyata pada tahun 1975 Prancis menawarkan bantuan untuk meneliti mempalajari dan menganalisis mumi firaun yang memiliki kondisi lebih baik dibandingkan mumi lainnya. Mumi tersebut dibawa keruang khusus dipusat purbakala Prancis untuk diteliti dibawah pimpinan ahli benda sekaligus penanggung jawab proyek ini Prof Dr Maurice Bucaille setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa didalam tubuh mumi ini ditemukan kandungan garam sebagai bukti bahwa firaun yang dijadikan mumi tersebut mati tenggelam. Kondidi jasad yang lebih baik disbanding mumi lainnya menjadi perhatian peneliti.

Kemudian terjawab oleh ayat Allah yang artinya: “Maka pada hari itu kami selamatkan jasadmu, agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) kami.” (QS. Yunus 92).

Penemuan arkeologi ini sekali lagi membuktikan kebenaran akan apa yang sampaikan dalam Al Quran. Sehingga kita sebagai umat islam bisa mengambil pelajaran dari apa yag Allah serta Rasulnya sampaikan.

Semoga pemaparan kami membari manfaat dan semoga Allah senantiasa melindungi kita semua. Amin Ya Robal ‘alamin

Rabu, 11 Mei 2016

SILATURAHMI DENGAN BENDA MATI

SILATURAHMI DENGAN BENDA MATI

Bersilaturahmi dengan sesama umat manusia pasti sudah sangat lazim terutama pasca hari raya idul fitri. Bahkan sudah menjadi sebutan sendiri di Indonesia sebagai halal bihalal. Akan tetapi bersilaturahmi dengan alam raya sebagai makhluk ciptaan tuhan atau ukhuwah makhlukyah termasuk masih langka disekitar kita. Padahal sebelum ini Rasulullah SAW telah mencontohkan silaturahmi dan menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya, baik itu lingkungan hidup ataupun benda mati. Lingkungan alam yaitu tanah, air dan langit atau lingkungan hidup seperti flora dan fauna atau dengan lingkungan mahluk spiritual seperti bangsa jin, malaikat dan para arwah manusia terdahulu.

Contohnya saja Nabi Sulaiman bersahabat dengan binatang seperti burung dan ikan liar, ia juga bersahabat dengan angin, jin dan malaikat dan mereka semua membantu penyelesaian masalah dan tantangan yang dihadapi Nabi Sulaiman AS. Dalam istilah agama islam tidak ada kata benda mati, istilah benda mati hanya ada dalam kamus manusia biasa. Hal ini ditegaskan dalam Al Quran yang artinya: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada satupun melainkan bertasbih dengan memujiNya. Tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al Isra 44).

Lalu mengapa kita juga harus bersilaturahmi dengan benda mati? Bersilaturahmi dengan benda mati tidak kalah pentingnya jika dibandingkan dengan manusia. Gagal membangun silaturahmi dan keakraban dengan mereka bisa membawa marabahaya bagi umat manusia. Dalam firmannya Allah SWT telah mengingatkan manusia bahwa: “Telah tampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar Rum 41).

Bersilaturahmi dengan benda-benda mati telah banyak dicontohkan Rasulullah SAW diantaranya adalah Rasulullah SAW melarang keras mencemari air baik genangan air maupun air yang mengalir, suara tasbih pasir ditangan Rasulullah, batu keras yang menjadi lunak pada perang khandaq dan kasus didinding dan daun pintu yang berbicara pada Nabi. Dalam sebuah riwayat dijelaskan pada suatu waktu Rasulullah SAW menerima pemberian mimbar dari seoarang ibu yang terbuat dari kayu untuk mengantikan mimbar dari batang kurma. Ketika mimbar itu dibongkar pada hari jumat, tiba-tiba batang kurma tersebut menangis dalam riwayat lain Rasulullah SAW turun dari mimbar dan mengajak berdialog batang pohon kurma bekas mimbar tersebut. Pohon ini menangis karena tak lagi mendengar rahasia hati yang biasa disampaikan disampingnya, ujar Rasul setalah memeluk pohon tersebut. Setelah Rasulullah SAW memeluknya sipohon bahagia dan ia tak lagi menangis dan dirundung kesediahan.

Selain itu pada riwayat lain Rasulullah SAW mencontohkan silaturahmi dengan benda mati dengan memberi nama peralatan sehari-hari beliau seperti nama cangkir, sisir, cermin dan pedang beliau. Ini semua menunjukan bahwa benda mati juga memiliki nilai dihadapan Allah dan Rasulnya. Karena tak ada satupun ciptaan tuhan didunia ini yang sia-sia. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: “orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) “Ya tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci engkau maka peliharalah kami dari siksa neraka. “ (QS. Ali Imran 191).

Lalu bagaimana kita bersilaturahmi dengan benda mati sedangkan mereka tidak berbicara. Cara kita bersilaturahmi dengan benda mati cukup dengan tak melakukan kerusakan dan kehancuran apa yang ada disekitar kita. Lingkungan alam yang sehat akan berperan penting bagi kesehatan lingkungan manusia. Namun jika kita tidak bisa bersahabat dengan mereka, maka mereka pun tidak bersahabat dengan kita. Jika pada dasarnya silaturahmi adalah menyambung hubungan rohim khusus kerabat atau umat manusia namun yang dimaksud silaturahmi dengan benda mati disini adalah sebuah kiasan untuk menghargai benda-benda dan lingkungan disekitar kita dengan tidak merusaknya.

Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah keimanan kita terhadap Allah SWT. Amin ya robal ‘alamin.

Selasa, 10 Mei 2016

PERJALANAN HIJRAH RASULULLAH SAW DARI MEKAH KE MADINAH

PERJALANAN HIJRAH RASULULLAH SAW DARI MEKAH KE MADINAH

Pada tahun ke-13 masehi kenabian Rasulullah SAW bersama kaum Bani Hasim menemui 75 orang dari penduduk Yasriq yang telah memeluk islam dibukit Aqobah. Dibukit aqobah tersebut penduduk Yasriq atau dikenal dengan sebutan Anshor berharap Nabi Muhammad untuk dapat berhijrah ketanah mereka yakni Madinah. Rasulullah SAW pun menyetujui permohonan dengan suatu ikatan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian Baiatul Aqobah kedua. Apa sebenarnya alasan Rasulullah SAW untuk hijrah ke Madinah? Dan apa yang dilakukan kaum musrik Qurais terhadap beliau?

Hijrah adalah perpindahan dari satu situasi ke situasi yang lain. Hijrah sendiri bernilai ibadah jika niatnya ntuk mencari ridho Allah dan mengikuti Rasulnya. Sebagaimana RAsulullah SAW bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya. Maka hijrahnya adalah kepada apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari).

Peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Mekah ke Madinah ini bukanlah peristiwa biasa. Pasalnya suburnya penegakan agama islam di Mekah terus mendapat penentangan dari kaum musrik Qurais. Kaum Qurais yang menguasai Mekah selalu berusaha mencari kelemahan dari Nabi dan kaum muslim lainnya. Karena itulah Nabi Muhammad SAW memandang bahwa kota Mekah saat itu tidak dapat lagi dijadikan pusat dakwah. Itulah yang membuat Rasulullah SAW memutuskan untuk berhijrah ke Madinah. Selain itu keputusan Madinah sebagai negeri hijrahnya juga didasarkan wahyu Allah SWT yang diterima Rasulullah SAW dimana Rasulullah SAW bersabda: “Aku pernah bermimpi berhijrah (pindah) dari makkah menuju suatu tempat yang ada kurmanya, lalu aku mengira daerah itu ialah Yammah atau Hajr (ahsa), (namun) ternyata daerah itu adalah Yatsrib.” (HR. Bukhari).

Disaat sebagian besar kaum muslimin hijrah dari Mekah Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar dan Ali Bin Abu Thalib ternyata memutuskan untuk sementara tinggal di Mekah. Penindasan dan penganiayaan yang dilakukan Qurais yang dilakukan pada sebagian kaum muslim masih tinggal semakin keras. Situasi kota Mekah pun menjadi genting dan mencekam hingga pada puncaknya pembesar Qurais memutuskan untuk berkumpul dan membicarakan pemufakatan jahat yakni ingin membunuh Rasulullah SAW. Rencana jahat tersebut akhirnya disambut dengan antusias oleh pemuka kaum Qurais lainnya.

Pada saat-saat genting itulah Rasulullah menerima wahyu dari Allah SWT berupa ayat Al Quran yang disampaikan melalui malaikat jibril. “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu, mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Al Anfal 30).

Setelah menyampaikan wahyu dari Allah SWT malaikat jibril meminta agar Rasulullah meninggalkan tempat tidurnya dan segera hijrah ke Madinah. Rasulullah kemudian mendatangi rumah Abu Bakar untuk menemaninya hijrah ke Madinah, namun untuk mengalihkan perhatian kaum kafir Rasulullah dan Abu Bakar kemudian memutuskan menuju gua sura. Untuk mengkelabuhi pemuda Quraisi Rasulullah SAW memerintahkan Ali Bin Abu Thalib untuk tidur ditempat tidurnya. Namun pemuda dari kafir Qurais ternyata sudah datang dan mengepung rumah Nabi Muhammad. Rasulullah SAW kemudian bersama Abu Bakar keluar dari rumah tanpa sepengetahuan kaum kafir Qurais yang sedang tertidur lelap hingga pagi. Rencana kafir Qurais yang ingin membunuh Rasulullah pun gagal.

Kegagalan rencana jahat para pembesar Qurais ternyata membuat mereka semakin geram dan putus asa. Orang-orang kafir tersebut kemudian membuat sayambara kemudian diumumkan keseluruh penduduk disepanjang jalan Mekah menuju Madinah, bahwa siapa saja yang dapat membawa Nabi Muhammad hidup atau mati mereka akan mendapatkan 100 ekor unta. Sayambara tersebut kemudian terdengar hingga ke telinga Surakah Bin Malik, Surakah merupakan penunggang kuda yang memiliki perawakan tinggi besar dengan pandangan mata yang sangat tajam. Saat Surakah terus memacu kudanya tanpa diduga Surakah menemukan Rasulullah dalam perjalanan bersama Abu Bakar serta petunjuk jalan yang disewa bernama Amir Bin Fuhairah.

Namun subhanalloh, Surakah tampak kesulitan saat mendekati rombongan Nabi, berkali-kali kuda milik Surakah tidak bisa dikendalikan hingga membuatnya terpelanting. Surakah pun akhirnya menyerah dan mencoba mendatangi Rasulullah untuk meminta jaminan keamanan. Rasulullah SAW bersabda: “Rahasiakanlah keberadaan kami, lalu aku meminta kepada beliau agar menulis surat jaminan keamanan. Maka beliau menyuruh Amir Bin Fuhairah untuk menuliskannya pada kulit yang telah disamak. Lalu Rasulullah melanjutkan perjalanan.” (HR. Bukhari).

Setelah yakin Rasulullah melanjutkan perjalanannya dengan aman menuju Madinah. Surakah pun kembali pulang namun ditengah jalan berpapasan dengan orang-orag kafir yang hendak mengejar Rasulullah. Surakah pun mengalihkan jejak rombongan tersebut. Ketika mulai terdengar kabar keberangkatan Rasulullah SAW dari Mekah menuju Madinah hampir setiap hari kaum Ansor keluar dari rumahnya menunggu kedatangan beliau. Tiba-tiba seorang yahudi yang sedang dibangunan tinggi berteriak: “Wahai Bani Qilah, inilah kakek kalian yang kalian tunggu” (HR. Ibnu Ishaq).

Kaum Ansor sontak menyambut kedatangan Rasulullah, suara riuh shalawat dan takbir bergema dasyat dihari itu. Abu Dardar salah satu yang menyaksikan kisah ini menceritakan: “Aku tak pernah melihat penduduk Madinah lebih bergembira dengan sesuatu sebagaimana kegembiraan mereka dengan kedatangan Rasulullah SAW.” (HR. Bukhari).

Senin, 09 Mei 2016

TUHAN DI ABAD 20

TUHAN DI ABAD 20

Kegelisahan kalangan ilmuwan barat terhadap tuhan tidak lagi tersimpan hanya dalam benak mereka, tapi sudah diungkakan dalam tulisan lebih serius. Sebenarnya keberadaan dan peran tuhan sudah dipertanyakan oleh filosof Inggris Francis Parker yang kemudian dikembangkan oleh filosof Prancis Auguste Comte yang dikenal dengan teori positivismenya. Teori ini menganggapnya bahwa peran agama dan tuhan sudah digantikan oleh kemampuan kreatif manusia. Namun kaum positivisme ini memberikan uraian mendalam tentang bagaimana agama dan eksistensi tuhan.
Berbeda dengan kalangan ilmuwan modern yang sudah berani melakukan study mendalam dengan menggunakan metode komperhensif atau secara luas dan lengkap. Metode ini digunakan untuk menghadapi dan menjawab permasalahan ketuhanan yang variatif. Dari pemikiran ilmuwan modern abad 20 ini didapatkan fakta bahwa kehidupan beragama dibarat dalam decade terakhir menunjukan beberapa fenomena menarik. Setidaknya terdapat 4 kelompok manusia dengan pemikirannya terhadap masalah ketuhanan.

Pertama kelompok yang tetap mempertahankan tradisi lamanya tanpa peduli apapun perkembangan disekitarnya. Mereka tetap mempertahankan tradisi keagamaan mereka yang diwarisi secara turun temurun dari leluhur mereka. Ironisnya ditimur kelompok ini disebut kelompok mainstream atau mayoritas tetapi dibarat kelompok ini diposisikan sebagai kelompok pinggiran.

Kelompok kedua adalah kelompok yang mengakui adanya tetap cenderung tidak percaya kepada institusi agama mereka tetap percaya kepada keberadaan tuhan tetapi tidak mau terikat dengan tradisi keagamaan. Kelompok ini sering terlihat dalam acara-acara kerohanian seperti meditasi yang diadakan oleh berbagai kelompok agama. Mereka berkeyakinan tuhan hanya satu untuk semua agama. Karena itu mereka merasa bebas mengikuti ritual-ritual agama lain.

Lalu kelompok ketiga yaitu atheis yang memang tidak mau pusing apakah tuhan itu ada atau tidak ada. Mereka percaya terhadap kecenderungan suara hati nurani sebab bagaimana mereka lebih penting ketimbang ajaran agama dan sabda tuhan yang menurut mereka adalah kamuflase atas kepentingan tokoh-tokoh agama. Kelompok ini berkembang pasca penyerangan oleh kelompok teroris kebeberapa sasaran strategis di Amerika Serikat. Dimana suatu keolompok atas nama agama dan atas nama tuhan merelakan ribuan nyawa melayang termasuk diri mereka sendiri. Sementara pada kelompok lain atas agama dan tuhan melakukan pembalasan penyerangan kemanusian seperti pada Afganistan dan Baghdad. Kelompok atheis menyalahkan agama sebagai pemicu konflik dan menceraiberai rasa kemanusiaan.

Lalu kelompok empat yaitu kelompok yang mengalihkan perhatian dan kegelisahannya kepada ketimuran khususnya nilai-nilai keislaman. Mereka tidak puas dengan agama yang dianutnya selama ini tetapi mereka berani menjadi atheis. Kelompok ini dianggap masih percaya adanya tuhan dan masih menganggap perlunya agama berperan dalam kehidupan meskipun skala yang terbatas.

Namun ada yang menarik terlepas keempat kelompok dengan konsep ketuhanan karena ternyata perkembangan islam barat luar biasa pesatnya. Sebuah survei yang mengagetkan mengungkapkan bahwa sepanjang sejarah baru kali ini posisi agama paling besar didunia diduduki oleh agama islam. Kini jumlah penduduk muslim mencapai 1,25 milyar atau 19,2% total dari penduduk dunia. Data resmi juga dilaporkan oleh Carnegie Endowment For International Peace 2007 yang juga mengungkapkan ada 7 agama cepat berkembang didunia saat ini dan islam menjadi peringkat pertama dengan persentase perkembangan sebesar 1,84 %.

Agak ironi memang perkembangan islam didunia barat berkembang pesat justru ketika islam sedang benyak dicerca karena penyerangan kelompok teroris dengan menggunakan baju agama. Ini mengingatkan kita pada abad pertengahan justru ketika sedang terjadi perang diantara timur melawang Eropa. Islam berkembang begitu pesat dieropa. Islam sebagai agama semakin ditentang justru semakin berkembang.

Sabtu, 07 Mei 2016

HUKUM MAKAN DIRESTORAN YANG MENJUAL BABI

HUKUM MAKAN DIRESTORAN YANG MENJUAL BABI

Sebagaimana kita tahu bahwa babi termasuk golongan hewan najis dan diharamkan dalam islam. Dalam hal ini berdasarkan firman Allah SWT yang artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi.” (QS. Al Maidah 3).

Mengetahui haramnya babi untuk dikonsumsi tentunya kita sebagai umat muslim merasa was-was dan juga berhati-hati terhadap makanan yang kita makan direstoran. Namun bagaimana jika didalam restoran tersebut menjual menu halal seperti sayuran dan ayam dan kita ingin mencicipi menu halal direstoran yang juga menjual menu babi.

Menurut Imam Nawawi didalam ayat digunakan lafaz daging karena bagian iniah yang paling penting dan oleh karena itu para ulama kaum muslimin telah bersepakat dengan pengharaman lemak darah seluruh bagian tubuhnya. Dokter wahbah memasukan daging babi kedalam kelompok najis yang disepakati nasab walaupun babi disembelih sesuai dengan syariat islam ia tetap saja haram karena nasab Al Quran menunjukan bahwa babi adalah najis ‘ain atau najis karena zatnya. Oleh karena itu daging dan seluruh bagian tubuhnya berupa bulu, tulang dan kulitnya tetaplah najis walaupun sudah disamak. Terkait dengan alat-alat yang digunakan untuk memasak atau alat-alat makan yang tersentuh najis babi terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama tentang cara mensucikannya.

Pendapat pertama dari ulama Syaf’i dan Hambali mengatakan bahwa alat-alat yang terkena bagian harus dicuci sebanyak 7x dan salah satunya ialah dengan tanah. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah yang berbunyi: Sucikanlah bejana seorang diantara kalian dan bila terkena jilatan anjing dengan mencucinya sebanyak 7x salah satunya dengan tanah. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa permulaannya dengan tanah dan dalam riwayat lainnya campurkan dalam kali kedelapan dengan tanah. Para ulama Syaf’i dan Hambali beranggapan bahwa babi disertakan sama dengan anjing karena keadaan babi lebih buruk dari anjing dan berdasarkan firman Allah atau daging babi sesungguhnya adalah najis.

Adapun menurut ulama Hanafi dan Maliki peralatan yang terkena bagian babi cukup dicuci tanpa menggunakan tanah. Alasan mereka adalah karena riwayat-riwayat menyebutkan dengan tanah ialah simpangsiur ada yang mengatakan tanah digunakan saat pertama mencuci ada yang mengatakan ketiga ketujuh dan pada riwayat lain disebutkan pada pencucian kedelapan baru mencampur dengan tanah.

Dengan demikian apabila juru masak atau tukang cuci restoran telah mencuci alat-alat masaknya dan telah mengelap alat masak dan peralatan dengan bersih maka kita boleh saja makan direstoran tersebut. Namun yang perlu diperhatikan ialah makanan kita halal. Tidak tercampur menu babi dan tempat memasaknya terpisah dari tempat memasaknya babi. Boleh saja kita makan direstoran menu daging babi asalkan tidak ada unsur babi tercampur didalamnya dan alat-alat masaknya telah dicuci secara bersih dan dikeringkan.

Namun bila kita ragu alangkah baiknya jika kita memilih restoran yang jelas memasang logo tidak mengandung babi.
Semoga apa yang disampaikan menambah pengetahuan baru untuk kita dan kita senantiasa berharap hati-hati dalam memilih makanan yang ingin kita konsumsi.

Amin ya robal ‘alamin

PENGHUNI NERAKA

PENGHUNI NERAKA

Nerapa merupakan tempat yang paling menyengsarakan, tak seorangpun bercita-cita diakhirat nanti akan menjadi salah satu penghuninya. Keberadaannya, kedasyatannya, kadalaman jurang-jurangnya yang mengerikan tak terbayangkan dalam imajinasi kita. Lalu siapakah yang termasuk daftar penunggu para penghuninya? Apa menu makanan dan minuman sehari-hari mereka?

Neraka merupakan tempat yang menjadi balasan bagi orang-orang yang tidak beriman, orang-orang yang ingkar kepada Allah dan orang-orang musyrik yang menyukutakan Allah. Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki iman sedikitpun dalam hatinya. Sehingga tak ada yang akan menyelamatkan mereka dan membawa mereka ke surga. Mereka kekal dineraka untuk menebus dosa kekafiran dan kesyirikan yang dilakukan selama didunia. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam firmannya: “Adapun orang-orang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS. Al Baqarah 39).

Orang-orang muslim yang banyak berbuat dosapun akan menghuni neraka yaitu mereka yang dosa dan keburukannya lebih banyak dibanding pahala dan kebaikannya. Mereka dibakar dalam waktu lama untuk melebur dosa-dosa mereka. Kemudian pada akhirnya mereka dikeluarkan setiap yang masih punya iman akan dikeluarkan dari neraka. Tentang kelompok ini Rosulullah SAW bersabda: “Adapun penduduk neraka yang mereka menjadi penduduknya maka mereka tidak akan mati didalam neraka dan tidak akan hidup tetapi orang-orang yang tertimpa siksa neraka dengan sebab dosa-dosa mereka, maka dia (Allah) akan mematikan mereka sehingga apabila mereka telah menjadi arang diberi izin mendapatkan syafaat maka mereka didatangkan dalam keadaan kelompok-kelompok yang berserakan lalu mereka ditebarkan disungai-sungai surga kemudian dikatakan: “Wahai penduduk surga tuangkan (air) kepada mereka maka merekapun tumbuh sebagaimana tumbuhnya biji-bijian yang ada pada tanah yang dibawa aliran air.” (HR. Muslim).

Jika ada orang yang dijamin masuk surga tentu juga ada orang-orang yang dijamin masuk neraka, nama mereka disebutkan secara jelas dalam Al Quran dan hadis. Diantaranya adalah Firaun yang hidup dijalan Nabi Musa AS. Raja yang mengaku dirinya tuhan yang memperdaya rakyatnya agar tunduk kepada ketuhanan dirinya yang membunuh dan memperbudak Bani Israil. Bahkan dineraka kelak Firaun menjadi penghuninya yang istimewa yang memimpin kaumnya merasakan pedihnya siksa neraka. Dalam hal ini Allah SWT menjelaskan dalam firmannya: “Ia Firaun berjalan dimuka kaumnya dihari kiamat lalu memasukan mereka kedalam neraka, neraka itu seburuk-buruknya tempat yang didatangi.” (QS. Hud 98).

Selain Firaun tamu istimewa neraka adalah istri Nabi Nuh AS dan Nabi Luth AS. Kenapa istimewa, karena keduanya menjadi orang terdekat seorang Nabi yang seharusnya menjadi orang pertama menyambut seruan sang Nabi dan menjadi membantu misi sang suami. Tapi mereka berkhianat dan mendustai ajaran-ajaran yang dibawa suaminya. Mereka lebih senang bergabung dengan kaumnya yang ingkar. Kelak mereka juga akan dikumpulkan bersama kaumnya yang kafir terhadap nabi-nabinya. Tentang nasib mereka berdua Allah SWT menceritakan: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir, keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba yang saleh diantara hamba-hamba kami. Lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya, maka kedua suami mereka itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dikatakan: Masuklah keneraka bersama orang-orang yang masuk neraka.” (QS. At Tahrim 10).

Kemudian secara khusus Allah menyebut Abu Lahab dan istrinya kelak akan menghuni neraka. Sama dengan istri Nabi Nuh dan Luth. Abu Lahab juga menghianati Nabi Muhammad SAW yang seharusnya ia bela dan perjuangkan karena Nabi Muhammad SAW adalah keponakannya. Bahkan Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil termasuk penentang utama dakwah Nabi Muhammad SAW. Begitu besar konstribusinya mengganggu dan menyakiti Nabi SAW hingga Allah mengkhususkan satu surat tersendiri dalam Al Quran yang membahas masa akhirnya kelak diakhirat.

Bahkan nama surat itu menggunakan namanya. Allah SWT berfirman: “Binasahlah kedua tangan Abu Lahab dan binasahlah ia. Tidaklah bermanfaat baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk kedalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Dilehernya ada tali dari sabut yang dipintal.” (QS. Al Lahab 1-5).

Untuk meningkatkan siksaan yang diterima oleh penghuni neraka ukuran tubuh mereka diperbesar berkali-kali lipat. Rasul SAW menjelaskan ukuran tubuh penghuni neraka sangat besar. Jarak antar kedua bahu mereka seperti perjalanan tiga hari, geraham mereka sebesar gunung uhud, tebal kulit mereka 42 hasta, panjang majlis mereka seperti jarak mekah dan madinah. Semakin besar ukuran fisik semakin pedih siksaan yang diterima, karena bidang yang menerima azab semakin besar, syaraf yang merasakannya juga semakin banyak. Sungguh sangat mengerikan semoga kita terhindar dari api neraka.

Selama dineraka para penghuninya diberikan makan dan minum, namun bukan kenikmatan didapat dari makanan dan minuman itu melainkan siksaan yang pedih. Setelah mereka tersiksa dengan rasa lapar dan dahaga siksaan mereka rasakan bertambah ketika mereka makan dan minum. Penjelasan lain mengatakan Doriq merupakan pohon yang bau dan kotor sehingga hewanpun enggan memakannya. Sedangkan doriq diakhirat nanti pastinya “Mereka tiada diperoleh makanan selain pohon yang berduri yang tidak menggemukan dan tidak pula menghilangkan lapar.” (QS. Al Ghasyiah 6-7).

Selain doriq penghuni neraka juga mendapat hidangan yang bernama Zaqum, apa itu zaqum? Zaqum merupakan nama pohon yang tumbuh dineraka, akarnya ada didasar neraka, serbuk sarinya seperti kepala setan. Menurut para ulama betapa buruk dan menjijikannya pohon tersebut. Meski manusia tidak bisa melihat setan secara langsung tapi bayangkan tentang sosok setan pastilah sosok buruk yang ada dipikiran manusia. Mengenai pohon zaqum ini diceritakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Bertakwalah kepada Allah, seandainya setetes pohon zaqum jatuh ke laut dunia, maka akan merusak seluruh kehidupan dibumi. Bagaimana bagi orang itu justru menjadi makanannya.” (HR. Tirmidzi).

Tentu tak lengkap makanan tak ada minumannya, sajian makanan yang mengerikan dineraka semakin sempurna dengan minuman yang tak kalah buruknya. Minuman pertama yang disebut ghisling, apa itu ghisling? Yaitu cairan yang busuk dan sangat menjijikan yang merupakan cairan yang keluar dari kulit daging dan darah penduduk neraka. Jika kita menderita luka bakar didunia biasaya keluar cairan dari bekas luka tersebut kira-kira seperti itulah gambaran dari ghisling yang akan menjadi minuman penghuni neraka. Allah SWT berfirman: “Dan tiada pula makanan sedikitpun baginya kecuali ghisling. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.” (QS. Haqqah 36-37).

Al Quran juga menyebutkan minuman lain dalam neraka yang disebut ghazaqo dan adapula hanim. Hanim merupakan air mendidih yang amat sangat panas, saking panasnya ketika diminum akan mencerai beraikan usus peminumnya. Allah SWT berfirman: “Dan diberi minum dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.” (QS. Muhammad 15).

Dalam ayat lain Allah SWT menjelaskan bawa hanim bagaikan besi yang mendidih sehingga pastinya akan menghanguskan muka para peminumnya. Allah SWT berfirman:”Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (QS. Al Kahfi 29).

Ada minuman lain yang disajikan bagi penduduk neraka yang bernama mahl. Minuman jenis ini dijelaskan Rasulullah SAW seperti minyak mendidih, apabila didekatkan pada wajah seseorang maka kulit wajahnya akan meleleh kedalamnya. Lalu bagaimana pakaian yang dikenakan penghuni neraka. Allah SWT menjelaskan bahwa bahan pakaian yang dikenakan mereka terbuat dari api neraka. “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sangat mendidih keatas kepala mereka.” (QS. Al Hajj 19).

Bahan lain yang membungkus penghuni neraka adalah ter. Dalam bahasa sekarang berarti sejenis cairan hasil penyulingan batu bara.biasanya digunakan untuk pengeras jalan, peka terhadap temperatur dan beracun. Sedengkan ter menjadi bahan pakaian penghuni neraka merupakan cairan yang berasal dari tembaga yang dilelehkan. Allah SWT berfirman: “Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah pelangkin (ter) dan wajah mereka ditutup dengan api neraka.” (QS. Ibrahim 49-50).

Sebagaimana surga yang memiliki tingkatan-tingkatan neraka juga demikian memiliki tingkatan setiap tingkatan mencerminkan hukuman dan siksaan yang berbeda-beda yang dirasakan oleh penghuninya. Rasul SAW menjelaskan bahwa penghuni neraka ada yang dibakar api sampai dua mata kakinya, ada yang sampai lututnya ada yang sampai pusarnya dan ada juga yang sampai tulang belikatnya. Bahkan siksaan paling ringan disebutkan Nabi SAW dalam sabdanya: “Penduduk neraka yang paling ringan siksaannya adalah seseorang diletakan bara api dibawah telapak kakinya kemudian kepalanya mendidih.” (HR. Muslim).

Itulah siksaan neraka yang paling ringan, meski ringan namun tetap saja sangat pedih. Salah satu orang diberitakan Rasulullah akan mendapat siksa neraka ringan ini adalah paman tercinta Rasul SAW yang melindungi dan mengayomi dakwahnya sekalipun tidak beriman yaitu Abu Tholib. Rasulullah SAW bersabda: “Semoga saja syafaatku berguna bagi Abu Thalib pada hari kiamat nanti. Dia dipakaikan sandal dari neraka kemudian otaknya mendidih.” (HR. Bukhari).

Selain siksa yang mendidihkan otak para penghuni neraka juga dibakar dengan api yang sangat panas. Ketika kulitnya rusak dan melepuh Allah mengganti kulit mereka agar merasakan siksa yang amat pedih. Siksaan ini Allah gambarkan dalam firmannya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak kami akan masukan mereka kedalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang baru, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An Nisa 56).

Dalam ilmu dermatologi disebutkan bahwa pusat terrasa sakit adalah diujung-ujung syaraf yang terletak dikulit sehingga kalau ada seorang yang terluka bakar yang sangat luas maka dia akan kehilangan rasa sakitnya juga terjadi syok karena kehilangan cairan. Tap hal ini tidak terjadi pada penduduk neraka, setiap kali kulit mereka hangus terbakar akan langsung diganti dengan kulit baru sehingga mereka kembali merasakan perihnya siksaan neraka. Itulah yang terjadi terus menerus hingga waktu yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Seluruh bagian tubuh penduduk neraka mengalami siksaan yang hebat, tapi ada satu bagian yang berulang kali disebut dalam Al Quran yaitu wajah. Karena wajah merupakan bagian paling indah dari tubuh seorang manusia, wajah biasanya bagian tubuh yang diutamakan untuk dirawat. Orang dinilai cantik atau ganteng pastilah dari wajah, mata hidung mulut ada diwajah. Bahkan dalam islampun jika harus memukul dilarang pada bagian wajah. Bagian yang sangat indah dan senantiasa dijaga ini kelak akan dihina dan disiksa dineraka. Hingga mereka menjadi buta tuli dan bisu pada hari kiamat nanti. “Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat dengan cara menyeret pada mereka pada wajah dalam keadaan buta, bisu dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam, tiap kali nyala api jahanam itu padam kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” (QS. Al Isra 97).

Setelah mereka dikumpulkan dalam keadaan buta, tuli dan bisu, mereka dilempar keneraka dan wajah mereka dibolak balikan dineraka. “Pada hari ketika wajah mereka dibolak balikan dalam neraka mereka berkata:”Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul.” (QS. Al Ahzab 66).

Wajah para pendurhaka dan pendosa kelak juga akan diseret keneraka, mereka diseret dalam keadaan terbelenggu dengan rantai yang dipasang diwajah mereka. Tidak saja rasa sakit diterima tapi juga kehinaan yang serendah-rendahnya. “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (didunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka diatas muka mereka (dikatakan kepada mereka). “Rasakanlah sentuhan api neraka.” (QS. Al Qamar 47-48).

Mereka dibakar dineraka meskipun tubuh mereka berukuran raksasa sama sekali tidak menghalangi api neraka untuk membakar sampai keorgan tubuh mereka yang paling dalam. Salah satu yang kelak dibakar jantungnya adalah para pengumpat dan pencela serta mereka yang hanya sibuk menghitung-hitung harta dan memikirkan dunia. Allah SWT berfirman: “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya ia benar-benar akan dilemparkan kedalam huthamah. Dan tahukah kamu apa huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan yang membakar sampai kejantung.” (QS. Al Humazah 4-7).

Api huthamah membakar hingga kejantungnya kemudian Allah menciptakan jantung yang baru. Selama proses situ mereka tetap hidup sehingga betul-betul merasakan sakit yang tak terhingga. Rasul bahkan mengabarkan pada kita bahwa orang-orang yang tak singkron anatara perkataan dan perbuatan menyuruh orang berbuat baik tapi ia tidak melakukannya, melarang orang lain berbuat kejahatan tapi ia sendiri melakukannya. Mereka akan mendapat siksaan yang mengerikan. Seseorang akan ditarik dan dilempar kedaam neraka pada hari kiamat nanti, nanti semua isi perutnya akan keluar dan terurai didalam neraka dan ia dipaksa berjalan berkeliling seperti seekor keledai yang menarik sebuah jentera.

Penduduk neraka mengumpul disekelilingnya dan berkata: Hai Fulan apa kesalahanmu, bukankah kamu menyuruh kami berbuat baik dan melarang kami melakukan kejahatan. Ia menjawab: Saya selalu menyuruh kamu berbuat baik tapi saya sendiri tidak melakukannya. Dan saya selalu melarang kamu melakukan kejahatan tapi saya sendiri melakukannya. Kemudian ia berjalan berkeliling seperti keledai menarik jentera.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Para penghuni neraka juga akan diikat dengan rantai belenggu dan martil. Sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai belenggu dan neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Insan 4).

Persis seperti penjahat kakap didunia, diakhirat mereka dibelenggu dengan rantai-rantai yang mengikat leher mereka. Tidak ada tempat untuk melarikan diri, jikapun ada mencoba maka cambuk-cambuk dari besi langsnung menghantam mereka. Dan mereka dilempar keneraka yang lebih dalam. “Dan untuk mereka cambuk-cambuk besi, setiap kali mereka hendak keluar neraka lantaran kesengsaraan mereka niscaya mereka dikembalikan kedalamnya kepada mereka dikatakan: Rasakanlah azab yang membakar ini.” (QS. Al Hajj 21-22).